Sabtu, 27 Maret 2010

NASIB OBAT DIDALAM TUBUH

NASIB OBAT DIDALAM TUBUH
Secara garis besar proses yang dialami obat didalam tubuh dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu:
Fase biofarmasi merupakan aspek yang mencakup nasib obat didalam tubuh yang terdiri dari liberasi, disolusi dan absorbsi (LDA)
Farmakokinetik
Farmakokinetik merupakan aspek farmakologi yang mencakup nasib obat dalam tubuh yang terdiri dari absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi (ADME)
Farmakodinamika
Farmakodinamika mempelajari efek obat terhadap fisiologi dan biokimia berbagai organ tubuh serta mekanisme kerjanya
Skema perjalanan obat
Bentuk obat (mis, tablet) Ketersediaan farmasi
Dengan zat aktif Obat utk diabsorpsi
Fase biofarmasi
Gambar 13 menunjukan proses disolusi tablet sebelum absorbsi. Suatu obat tidak bisa diserap menembus dinding usus sebagai bahan padat, tetapi harus dalam keadaan larut di dalam cairan pencernakan. Tablet secara hati-hati dirancang dan difomulasikan agar stabil selama pengangkutan tetapi akan cepat terdisolusi dalam lingkungan yang mengandung air. Ini bisa merupakan pekerjaan yang sulit atau gampang tergantung pada obat dan dosis yang diperlukan.Test disolusi diperlukan untuk menetapkan mutu sediaan tablet dan juga diperlukan percobaan terhadap sukarelawan manusia untuk memastikan pelepasan obat.
Fase Farmakokinetik
Mekanisme pengangkutan obat untuk melintasi membran sel ada dua cara:
Aktif (menggunakan energi)
melibatkan suatu carier.
Pasif
Filtrasi (mis, air dan zat hidrofil)
Difusi (mis, ion anorganik)

Absorpsi
Absorpsi sgt penting dan menentukan efek obat
Distribusi
Setelah diabsorpsi, obat akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah.
Metabolisme
Proses perubahan struktur kimia obat yg terjadi didalam tubuh dan dikatalisis oleh enzim.
Ekskresi
Pengeluaran zat dari dalam tubuh.

Fase Farmakodinamika
Mekanisme kerja obat
efek obat timbul karena interaksi obat dengan reseptor pada suatu sel organisme.
Reseptor obat
Sifat kimia dan struktur kimia dari suatu reseptor obat mempengaruhi kemampuannya atau aktifitasnya.
Transmisi sinyal biologis
penghantaran sinyal biologis merupakan suatu proses yg menyebabkan suatu substansi ekstra seluler menumbulkan suatu respon seluler fisiologis yang spesifik.

Interaksi obat dengan reseptor
ikatan obat dengan reseptor misalnya ikatan substrat dengan enzim, biasanya merupakan ikatan lemah dan jarang berupa ikatan kovalen.
Antagonisme farmakodinamik
Ada dua antagonisme farmakodinamik yaitu antagonisme fisiologik dan antagonisme pada reseptor.
Kerja obat yang tidak diperantarai reseptor
Dalam menimbulkan efek, obat tertentu tidak berikatan dengan reseptor. Obat-obat ini mungkin mengubah sifat cairan tubuh, berinteraksi dengan ion atau molekul kecil tau masuk ke komponen sel.
BENTUK SEDIAAN FARMASI
Pendahuluan
Sejak dahulu kala bahan berkhasiat obat telah diformulasikan dalam berbagai bentuk sediaan.
Pil telah dikenalkan Ebers Papyrus 1500 SM
Pil bersalut telah dikenalkan oleh Rhases pada 900 M
Tablet dikenalkan oleh Al-zahrawi pada 10 abat yang lalu
Kapsul dikenalkan oleh Mothes di Perancis pada 1833




Bahan obat jarang diberikan sendiri-sendiri tetapi lebih sering merupakan suatu formula yang dikombinasi dengan satu atau lebih zat bukan obat yang bermanfaat untuk kegunaan farmasi yang bermacam-macam dan khusus.
Melalui penggunaan yang selektif dari zat obat ini sebagai bahan farmasi akan di hasilkan sediaan farmasi atau bentuk sediaan dengan tipe yang bermacam-macam
Dalam praktek, untuk satu jenis obat mungkin tersedia berbagai bentuk sediaan.
Bentuk-bentuk sediaan ini dikembangkan dengan kemajuan teknologi farmasetika untuk tujuan-tujuan tertentu


Berbagai macam Bentuk Sediaan farmasi
Keuntungan Bentuk sediaan Farmasi
1. Tepat dosis
2. Meningkatkan absorpsi dan ketersediaan hayati,
3. Meningkatkan stabilitas obat
- Obat terlindungi dari pengaruh yang merusak :
kelembaban udara (tablet salut)
Asam lambung (tablet salut enterik)
- Menutupi bau, rasa yang tidak enak (kapsul, sirup,tablet salut)
- Menyediakan bentuk sediaan cair :
Obat yang tidak larut (suspensi)
Dari obat yang larut (larutan)

4. Mengendalikan absorpsi dan profil kadar obat dalam darah,
misalnya sediaan lepas lambat (slow-release),
5. Melengkapi kerja obat yang optimum dari tempat pemberian secara topikal (salep, tempelan transdermal, krim)
6. Memberikan penempatan obat kedalam salah satu lubang dari badan (supositoria)
7, Memberikan penempatan obat secara langsung kedalam aliran darah atau jaringan dari tubuh (injeksi)
8. Memberikan kerja obat yang optimum melalui pengobatan inhalasi ( aerosol inhalasi)

BENTUK SEDIAAN PERORAL
BENTUK SEDIAAN PELEPASAN TERKONTROL
Istilah-istilah
Tablet repeat action,
Tablet Extended Release .
Tablet prolonged action
Produk obat sustained release
Tablet extended release

SISTEM PELEPASAN DAN ABSORBSI OBAT PERORAL
Bentuk sediaan akan memberikan sistem pelepasan dan absorbsi yang berbeda
BENTUK SEDIAAN PARENTERAL
Intravaskular adalah obat yang diberikan langsung masuk ke dalam pembuluh darah (vaskular).
Rute ekstravaskular
PENGGUNAAN INHALASI
BENTUK SEDIAAN REKTAL DAN VAGINAL
Bentuk Sediaan untuk kulit
DISTRIBUSI OBAT DIDALAM DARAH DARI BERBAGAI BENTUK SEDIAAN
TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar